<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205</atom:id><lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 10:33:33 +0000</lastBuildDate><title>Impian dan Kenyataan (USAHA)</title><description>Blog tentang usaha seorang Pemimpi berusaha untuk menjadikan sebuah mimpi menjadi kenyataan yang mungkin berguna untuk review pribadi atau rekan-rekan yang mempunyai tujuan yang sama</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Budi)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-6496130318060057019</guid><pubDate>Tue, 30 Sep 2008 15:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-02T00:25:34.898+08:00</atom:updated><title>Mak... selamat idul fitri 1429 H</title><description>"Oh Bunda.... ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah sebuat bait lagu yang diciptakan oleh Melly Guslow, malam ini berhasil dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari di sebuah stasiun televisi dengan sangat baik, terbukti berhasil mengingatkanku kepada Bunda/ibuku, terbukti mampu membuat air mataku tak berhasil kubendung agar tidak mengalir dari pelupuk mataku.&lt;br /&gt;Subhanallah... Allah telah memberiku seorang ibu yang sangat mencintaiku, merawatku dan mendidikku dengan sangat sangat baik... seorang ibu yang rela mensortir buah-buahan ditengah malam dan mendayung sampan setelah sholat subuh yang gelap untuk mengantar dagangannya ke kota agar keluarganya keluar dari kemiskinan, seorang ibu yang rela ditinggal suami selama berhari-hari untuk mencari penghasilan lain walaupun dia sendiri repot dengan anak-anaknya yang masih kecil, engkau begitu tabah menghadapi hidup dan selalu bersyukur akan nikmat Allah, dan sekarang dapat menjalani hidup jauh lebih baik dari awal masa perkawinanmu. (&lt;a href="http://budirahmad.blogspot.com/2007/02/idolaku-kisah-perjalanan-usaha.html"&gt;baca&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Mak... dimalam yang penuh dengan kemenangan ini, disaat air mata ini masih mengalir... kuucapkan selamat idul fitri... ampuni segala khilaf dan kealfaan anakmu ini, semoga Allah meridhoi semua pengorbananmu. Maafkan anakmu tahun ini tidak bisa langsung mencium pipi dan punggung tanganmu secara langsung seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi yakinlah "ada dan tiada dirimu akan selalu ada di dalam hatiku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakmu,&lt;br /&gt;1 Syawal 1429 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-6496130318060057019?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2008/09/mak-selamat-idul-fitri-1429-h.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-4239749035283807889</guid><pubDate>Tue, 19 Feb 2008 04:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-20T01:38:27.319+08:00</atom:updated><title>Pria gemulai yang bermental baja</title><description>Kemarin malam ketika menonton acara kontes dangdut dadakan di TPI (he he he, penggemar dangdut euy) ada cerita yang menarik, yaitu ketika seorang peserta dari Serang yang rada feminim padahal iya seorang cowok tapi gerakannya itu lho... menurut pengakuannya itu karena di keluarganya tidak ada anak cewek, jadilah dia yang membantu pekerjaan ibunya di rumah, sehingga ketika temannya mengajak main bola dia jawab "saya mau nyuci piring aja di rumah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya tertarik bukan dengan sifat kefeminimannya lebih dari itu adalah ceritanya hingga bisa sampai masuk menjadi peserta kontes, padahal untuk kontes seperti itu pesertanya luar biasa banyak, maklum mottonya acaranya aja "Langsung beken". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ceritanya dia sangat pengen tampil di acara TV tersebut dan sering mengungkapkan keinginannya tersebut kepada para tetangga di kampungnya, untuk itu dia mencoba mengikuti pendaftaran tapi selalu gagal pada tingkat tes awal, dia terus mencoba walaupun omongan para tetangga yang rada merendahkan dan meremehkan sering dia dengar... malah ada katanya tetangga yang ngomong "kalau kamu sampai masuk tv dalam acara lomba nyanyi ini, tv saya akan saya lempar dengan batu" wah... betapa kasar hinaan itu diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang setelah 14 kali ikut tes... 14 kali kawan... dia berhasil mengejar mimpinya, dia dinyatakan layak untuk tampil di tv dalam ajang kontes tersebut, jadilah dia menyanyikan lagu "Panasaran" dengan goyangan yang gemulai melebihi wanita biasa dia mendapat sorakan yang saya sendiri agak ragu apakah sorakan itu karena kagum dengan penampilannya atau karena geli, he he he. Setelah selesai menyanyi dia dengan menyeka air mata yang meleleh di pipinya tanpa kuasa untuk menahannya, berbicara di tivi kepada tetangga yang pernah meremehkannya... "Sekarang lemparlah tv kamu sendiri dengan batu, saya sudah berhasil menyanyi di tv seperti yang saya inginkan dulu...". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah perjuangan tanpa mengenal kata menyerah... Betapa kita tidak boleh menganggap remeh mimpi seseorang yang berusaha dengan sungguh2 untuk menjadikannya kenyataan... kegagalan yang didapat setelah 13 kali tes bukan penghalang baginya untuk terus berusaha, berapa dana, waktu yang dikorbankannya dan hinaan yang diterimanya (mental) untuk menjadikan mimpinya menjadi kenyataan...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saatnya kita mengambil pelajaran dari adegan live tersebut, apakah kita sanggup terus melangkah ketika kegagalan demi kegagalan kita terima dalam mengejar impian kita? Apakah ada diantara kita yang berkeinginan untuk punya usaha, mencoba kemudian gagal dan seterusnya tidak berani lagi untuk memulai? alasan modal atau mentalkah yang menghalangi kita? saya sendiri jadi malu untuk menjawabnya. Mari belajar dari pria yang gemulai tersebut. Saya salut dengan ANDA... Pria gemulai yang bermental baja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-4239749035283807889?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2008/02/pria-gemulai-yang-bermental-baja.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-4163739401340362707</guid><pubDate>Thu, 14 Feb 2008 17:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-15T01:21:10.254+08:00</atom:updated><title>Kembali ngeblog...</title><description>Ah... hampir 10 bulan sudah ga mengisi blog ini, kasian ditelantarkan... ternyata menjadi blogger sejati itu ga gampang, salut untuk Member &lt;a href="http://www.tangandiatas.com"&gt;TDA&lt;/a&gt; yang selalu aktif terutama sang jenderal "&lt;a href="http://roniyuzirman.blogspot.com"&gt;Pak Roni&lt;/a&gt;", btw.. hari ini blog yang kurang terurus ini sudah diapprove di TDA blogroll, Thanks TDA Community.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, mulai sekarang kembali aktif ngeblog, malu dong udah diapprove tapi ga ngikutin saran sang Jenderal... "Member TDA harus punya blog".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-4163739401340362707?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2008/02/kembali-ngeblog.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-4497281120504346064</guid><pubDate>Thu, 19 Apr 2007 03:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-04-19T15:09:32.203+08:00</atom:updated><title>Apakah impian besarmu... ?</title><description>Beberapa minggu yang lalu saya bersilaturahmi ke kios teman yang berumur sekitar 40an di Taman Puring, usahanya jual beli dan reparasi jam tangan, saya melihat usahanya seperti kurang "barang dagangan", saya sedikit tahu sebabnya karena selama beberapa bulan lalu dia tidak bisa berusaha karena diserang strock yang mengakibatkan tangan kanannya susah digerakkan, selama beberapa bulan pula dia hanya mengandalkan tabungannya, alhamdulillah sekarang sudah mulai membaik, yang saya salut semangatnya tetap menyala bagai api disiram bensin, ketika itu dia dengan bersemangat cerita tentang keinginannya yang hampir rampung untuk membuka satu jenis "service khusus" yang masih jarang di Indonesia untuk jam tangan. Dia bilang "Bud, tinggal 90% lagi, kalau ini berhasil insyaAllah impian saya untuk naik haji dan membiayai haji keluarga dan mertua saya akan kesampaian". Des... hati saya bergetar, itukah impian terbesarnya ketika nanti usahanya berhasil, saya hanya bisa mendoakan usaha tersebut menjadi kenyataan, sungguh motivasinya saya pikir sangat yang mulia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian saya menelpon adik saya dikampung, menanyakan tentang usaha jual beli pinang yang sedang dijalankannya, Diapun bercerita dengan semangat tentang pertemuannya dengan pedagang sekaligus eksportir dari Medan yang mempercayainya menghandle pembelian di daerah kami kepada adik saya tersebut. "Bang, saya sudah lama membayangkan seperti ini, pertemuan dengan orang tersebut seperti mimpi", Saya senang mendengar ceritanya, sudah lama adik saya menjalankan usaha tesebut, harganya yang turun naik tanpa bisa dikontrol, dia bilang usaha tersebut seperti main Dollar aja, jatuh bangun... menggadai motor kesayangannya, ditipu pedagang besar, hutang yang besar yang mengharuskannya menjual motor dan itupun masih belum lunas tapi insyaAllah kalau sudah bekerjasama dengan eksportir langsung harga bisa di monitor, apalagi dia bilang modal insyaAllah nantinya langsung dari partnernya itu, saya bilang jaga kepercayaan orang, saya mendoakan semoga semuanya lancar... Tak lama setelah telepon diputus saya menerima sms dari adik saya, bunyinya:"Do'akan bang lah usahaku lancar n sukses. Amun (kalau) sukses kita naik haji samuaan (sekeluarga maksudnya)...". Des... hati saya kembali bergetar.... itukah motivasinya berusaha untuk sukses... insyaAllah mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dalam usaha perlu ada motivasi yang melatar belakanginya, ketika motivasi yang dihadirkan tepat, maka "ruh" usaha tersebut akan terlihat, orang yang menjalaninya pun tidak akan mudah menyerah, dan ketika menemui kegagalan dia tidak akan mundur setapakpun, "bangkit" adalah motto yang tertancap dalam benaknya. Impian terbesar yang tertanam jiwanya seperti bahan bakar yang siap ditumpahkan ketika api itu mulai redup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang punya impian dalam hidup, baik itu yang berprofesi sebagai karyawan maupun pengusaha, dalam mencapai impiannya ada yang cukup berkecimpung menjadi karyawan saja, usaha sendiri saja, berbisnis saja, atau lainnya, ada juga yang merasa impiannya akan sulit tercapai kalau hanya satu sumber penghasilan saja seperti karyawan mulai menjajaki usaha lain tanpa meninggalkan status karyawannya, mencari freelance, usaha sampingan, atau berinvestasi pada usaha teman/saudara. Ada juga yang yakin mengubah statusnya 100% supaya impian besarnya tercapai, seperti meninggalkan status "karyawan" menjadi pengusaha, itu adalah pilihan bebas kita.Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah impian terbesar Anda? apa yang Anda lakukan untuk meraih impian tersebut?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-4497281120504346064?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/04/apakah-impian-besarmu.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>8</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-1842755571655412133</guid><pubDate>Wed, 14 Mar 2007 06:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-03-14T16:42:13.115+08:00</atom:updated><title>Pernahkah kita menolak rezeki...?</title><description>Pada umumnya kita selalu memohon kepada Allah untuk diberikan kemudahan dalam mencari rezeki yang halal dan baik... sayapun sering melakukan ketika berdoa setelah menunaikan sholat, saya yakin Allah akan mengabulkannya bahkan sudah mengabulkannya dan terus mengabulkannya... terkadang malah ada rezeki yang secara tidak sadar telah saya tolak, mungkin Anda juga pernah menolaknya, koq bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sang pemberi rezeki memberikan rezeki dengan berbagai macam cara, berbagai macam jalan, berbagai macam sumber, bahkan dari sesuatu yang tidak kita duga-duga... semua itu sangat mudah dilakukan-Nya... Cuma, kita sebagai manusia terkadang tidak sempurna dalam membaca sinyal-sinyal yang diberikan padahal mungkin apabila kita merespon sinyal tersebut dengan positif akan terjadi perubahan yang menakjubkan dalam kehidupan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita punya ide yang terus kita "pupuk" selamanya di kepala kita dan ternyata suatu saat ada orang lain yang melakukannya dan berhasil... dan kita hanya bisa bilang:"itukan ide gw dulu...". Pernahkah kita mendapat info yang sangat berharga tapi kita sedikit malas untuk berpikir menjadikannya benefit untuk kita dan ketika info itu kita berikan ke orang lain orang tersebut mendapatkan benefit yang membuat kita terhenyak... kita hanya bisa bilang:"dia brillian... sudah rezekinya...". Mungkin ada diantara kita pernah diminta bantuan oleh seseorang dan kita menolaknya karena merasa itu bukan tugas kita dan ketika seseorang yang tidak terbiasa mau membantu melakukan hal tersebut tau-tau mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka dari yang dia lakukan. Pernahkah kita menolak rezeki yang kita anggap kecil dan memberikan kepada orang lain tapi ketika dilakukan orang tersebut kita menjadi iri karena yang kecil itu menjadi besar... dan kita hanya bisa bilang:"Diakan orangnya sungguh-sungguh...", &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita-pernahkah kita pada hal yang lain yang tidak kita respon dengan positif dan ternyata memberikan benefit kepada orang lain... Pernah khan...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-1842755571655412133?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/03/pernahkah-kita-menolak-rezeki.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-7406583578212565945</guid><pubDate>Mon, 05 Mar 2007 06:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-03-05T17:15:17.929+08:00</atom:updated><title></title><description>"Lihat... disekelilingmu penuh dengan peluang... temukan peluang yang sesuai dengan keinginanmu...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan email dari prime consulting tech, salah satu organizernya acara Pak Tung Desem Waringin, dalam email itu memberikan Pencerahan tentang peluang, selama ini kita sering mengatakan, "Susah mencari peluang", ternyata kata-kata itu salah besar, sebenarnya peluang itu ada dimana-mana, bahkan sangat-sangat dekat dengan kita, tinggal concern kita kemana. Benarkah? Masa sih? jangan pesimis dulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bisnis/usaha akan tergambar dibenak kita ketika melihat sesuatu hanya dengan merenung sesaat, sekarang saya akan mencoba dan mungkin Anda ingin mengikutinya... Saya sedang melihat komputer, beberapa bisnis sedang terlihat jelas di depan saya, secara pelan saya melihat Handphone, melihat kertas bekas, melihat gelas, melihat kalender, melihat jaket, melihat sepatu, melihat kuku, melihat tangan, melihat teman kantor, melihat rambut, melihat telinga, melihat mulut apalagi... semua ada peluang disana, setidaknya sudah ada orang yang melakukan usaha di "sesuatu" yang kita lihat itu. coba edarkan mata Anda kesekeliling, dan renungkan sesaat, adakah peluang disana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah percaya khan???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-7406583578212565945?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/03/lihat.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-5269543193912919588</guid><pubDate>Thu, 01 Mar 2007 04:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-03-01T15:46:53.546+08:00</atom:updated><title>Belenggu, terkurung dan terkukung...</title><description>Salah satu faktor yang menyebabkan keraguan seseorang untuk melangkah atau bertindak dalam hal apapun yaitu "khawatir dengan apa kata orang nanti, khawatir dengan ketidaksetujuan orang lain", padahal dia belum bertindak. Seperti ketika seseorang yang sedang mencari pasangan hidup, Sebutlah Ruly, sebenarnya Ruly naksir berat dengan anak tetangganya yang manis, berjilbab, sopan tapi ragu-ragu untuk menyatakannya, keraguannya timbul antara lain karena khawatir orang lain nanti berpendapat "ga gaul loe, masa anak tetangga... dekat amat sih", atau takut nanti ada yang bilang "Masa sama dia, cari donk yang agak gaul dikit, anak kampung mau loe lamar" (contohnya pas ga sih...). Karena terus khawatir akhirnya si dara yang manis terlanjur dilamar orang, tinggal gigit jarilah Ruly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga berlaku ketika seseorang akan memutuskan untuk mengambil tindakan atau tidak ketika ada kesempatan/peluang usaha datang kepadanya, takut nanti ada yang bilang "lihat tuh si Budi, masa nyari usaha yang recehan, ngga level..." atau "Level loe udah sekelas supervisor masa jualan kue, jualan yang lain ke' biar keren", Dan ketika kekhawatiran itu terus kita pupuk, insyaAllah kita akan terus terbelenggu, terkurung dan terkukung dengan keadaan kita sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang diciptakan begitu istemewa, begitu juga Anda... Anda berhak untuk mendapatkan sesuatu dengan cara Anda, sebenarnya kekhawatiran itu tidak perlu dipupuk dalam pikiran kita karena orang lain sebenarnya tidak akan berpikir seperti itu, kalaupun benar-benar ada yang mengatakan seperti itu katakan dalam hati "Biarkan orang mo bilang apa, ntar juga capek sendiri... gw berhak untuk mendapatkannya, Bismillah... akan kulamar dia...". hebat euy....!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranikah anda melepas belenggu kekhawatiran itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-5269543193912919588?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/03/belenggu-terkurung-dan-terkukung.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-2480811797841949483</guid><pubDate>Wed, 28 Feb 2007 03:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-02-28T12:22:50.194+08:00</atom:updated><title>Passive Income</title><description>Kemarin, salah satu agen etalase-halal.com yang baru bekerjasama selama satu minggu menerima bagi hasil, "lumayan untuk beli pulsa..." katanya, padahal target penjualan belum sesuai dengan harapan tapi sudah ada hasilnya, kenapa? dia mau mencoba, toh ga ada ruginya, resiko ada yang menanggung. Andai dia tidak melakukan tindakan untuk bekerjasama mungkin dia tetap membeli pulsa dengan uang dari kantongnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keraguan seseorang dalam melakukan tindakan merupakan suatu sebab terhalangnya rezeki yang seharusnya diterima, kata seorang ulama "rezeki itu sudah ada yang mengatur, rezeki itu dari Allah tapi tanpa usaha maka rezeki itu tidak akan sampai ke tangan kita atau akan tetap di "Tangan" Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Passive income tidak harus besar, yang terpenting adalah kontinuitasnya, karena pada prinsipnya passive income adalah pendapatan yang kita peroleh tanpa harus mengeluarkan banyak energi dan dapat dilakukan bersamaan dengan tugas utama kita, umpamanya sebagai karyawan, dengan tetap mendapatkan hasil bulanan yang sudah ada "takarannya", kita juga dapat menambahnya dengan passive income, orang lain belum naik gaji, kita sudah duluan, he he he.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-2480811797841949483?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/02/passive-income.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-2048593741650165172</guid><pubDate>Thu, 22 Feb 2007 06:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-02-22T18:09:40.402+08:00</atom:updated><title>Idolaku... (kisah perjalanan usaha)</title><description>Saya tidak pernah tahu pasti apakah beliau sempat menamatkan SD/SR atau tidak, yang jelas beliau adalah idolaku, cerita perjalanannya sewaktu muda ketika memulai usaha banyak berpengaruh terhadap kehidupan dan concern saya sampai sekarang. Memotivasi untuk pantang menyerah dijalur usaha (wirausaha), membuatku bangkit kembali ketika jatuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memutuskan untuk berkeluarga Beliau tidak mempunyai pekerjaan tetap ataupun jenis usaha yang mampu menopang kehidupan keluarganya, menjadi buruh di gudang kopra dengan upah kecil adalah pilihan terakhirnya, pada waktu itu mampu membeli beras saja alhamdulillah sekali karena seringnya mereka (suami istri) hanya makan ubi dan gula merah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau terus berpikir bagaimana caranya untuk merubah kehidupannya menjadi lebih baik, kalau melihat kehidupannya pada waktu itu sangat sulit untuk merubahnya, tanah untuk digarap menjadi ladang padi ataupun perkebunan tidak dipunyai karena kemiskinannya. Tapi dia tidak menyerah... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan modal kepercayaan orang lain dia mencoba untuk mengumpulkan buah-buahan milik penduduk desa itu untuk kemudian dijual ke kota, dengan sistem bayar belakangan, alat transportasi yang ada pada waktu itu hanya melalui sungai dengan menggunakan sampan (perahu tanpa mesin) yang didayung selama kurang lebih 2 jam lebih. Sebelum sholat subuh beliau mengangkat buah2an ke sampan sedangkan istrinya menyeleksi buah yang matang dan siap dijual kemudian setelah sholat subuh perjalananpun dimulai, dengan mendayung sampan mereka sampai ke kota dan menjual buah2an tersebut. Perlahan-lahan orang kampung banyak yang menitipkan buah seperti sawo, manggis, kuini (sejenis mangga tapi aroma sangat wangi) untuk dijual di kota (Tembilahan). itu yang dilakukan setiap hari, kehidupan mulai sedikit ada perubahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu saat dimusim buah kuini Beliau melakukan rute perjalan yang berbeda dengan seorang temannya karena dikota yang biasa sudah sangat banyak orang berjualan buah kuini, dengan mengharap peruntungan di daerah lain maka setelah seharian perjalan dengan sampan sewaan sampailah mereka ke tempat tujuan. Tapi alangkah terkejutnya mereka ternyata disana juga sudah banyak buah kuini... setelah 2 hari mereka disana kuini yang terjual sangat sedikit, bingung... pusing mikirin hutang dan bayar sewa sampan, takut kehilangan kepercayaan orang... apa yang mesti dilakukan... pikiran buntu. Akhirnya perjalanan dilanjutkan ke daerah lain lagi, sampai disana tambah pusing karena kuini makin matang, kuini harus segera dijual dengan harga berapapun kalau tidak mau rugi banyak karena busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kuini dijual borongan dengan harga rendah, uang yang terkumpul tidak cukup untuk membayar hutang apalagi ditambah dengan uang sewa sampan. Temannya menyarankan agar uang tersebut dibelikan ikan asin yang kebetulan daerah tempat mereka terakhir berjualan banyak menghasilkan ikan asin. Tidak terpikir olehnya untuk menggunakan uang tersebut untuk membeli ikan asin, bayangannya kalau ikan asin tidak terjual atau rugi lagi dengan apa dia harus membayar hutang2nya, tapi temannya begitu yakin dengan sarannya tersebut walaupun sebenarnya dia tidak begitu mengerti dengan hitungan2 dagang. Bingung harus berbuat apa, akhirnya dengan pikiran kacau dibeli juga ikan asin dengan menggunakan uang yang ada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang mereka singgah ke daerah-daerah yang dilalui sambil menggelar dagangan ikan asin dengan meminjam timbangan ke pedagang setempat, tanpa diduga sebelumnya ternyata penggemar ikan asin lumayan banyak, sebelum sampai ke kampung (Pulau palas) ikan asin sudah terjual habis dan hasil yang di dapat cukup baik, hutang bisa dibayar, sewa sampan bisa dibayar dan bisa membayar upah temannya, masih ada sisa sedikit. Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermodal pengalaman tersebut beliau menekuni berjualan ikan asin, pada saat itu dia yakin tidak akan hidup miskin lagi tapi konsekwensi istri sering ditinggalkan... untuk mengisi kegiatan istrinya maka sebagian keuntungan ikan asin dibelikan sedikit barang kebutuhan sehari-hari untuk didagangkan di warung sembako, setiap ada keuntungan sebagian disisihkan untuk menambah barang di warung, lama kelamaan barang bertambah banyak dan warung makin rame sehingga istrinya sudah tidak sanggup menanganinya sendiri, dia memutuskan untuk meninggalkan usaha berdagang ikan asin keliling daerah, serius mengelola warung sembakonya dan agar lebih dekat dengan keluarga, di warung sembakonya sekarang beliau tetap menjual ikan asin, katanya untuk mengingatkannya pada awal-awal perjuangan usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah sekarang cita-citanya sudah tercapai yaitu menunaikan ibadah haji, beliau pernah berkata:"cita-cita tertinggi orang kampung itu menunaikan ibadah haji, sekarang alhamdulillah sudah tercapai..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Cerita ini kupersembahkan untuk orangtua-ku tercinta...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-2048593741650165172?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/02/idolaku-kisah-perjalanan-usaha.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-4082002669418000990</guid><pubDate>Fri, 16 Feb 2007 03:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-02-16T18:09:24.466+08:00</atom:updated><title>Jalan pintas yang penuh ranjau</title><description>Pernahkah anda ditawari investasi atau usaha yang mencoba meyakinkan kita bahwa hasil yang diterima pasti setiap bulannya, terkadang jumlahnya cukup besar, harap berhati-hati... Beberapa kali saya mendapat keluhan atau sekedar sharing dari teman tentang investasinya yang pada awalnya sangat menguntungkan tapi harus berakhir dengan kerugian yang lebih besar dari hasil yang pernah diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya yang kuliah di Jogja pernah investasi dalam usaha voucher hp orang lain, dengan sekian juta yang diinvestasikannya dia mendapatkan keuntungan yang besaran ratusan ribu rupiah perbulannya, karena merasa lumayan keuntungannya dia mencoba mencari dana tambahan untuk diinvestasikan pada usaha tersebut, bergerilyalah dia sampai ke kampung halamannya untuk mendapatkan dana tambahan tersebut, dana yang didapat puluhan juta dari kerabat dan teman-temannya yang juga tertarik karena mendengar cerita teman saya tersebut yang sudah merasakan hasilnya. Selama beberapa bulan laba investasi yang diterima lancar tapi lama kelamaan koq jadi seret bahkan sangat sulit menemukan orang yang memiliki usaha voucher tersebut, ternyata dia kabur... salah satu korbannya adalah teman saya tersebut, dia harus menanggung kerugian uangnya sendiri + uang kerabat dan teman2nya di kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu teman saya pernah cerita ikut investasi pada usaha salah satu teman pengajiannya yang menjual salah satu produk susu anak2, modusnya hampir sama seperti cerita diatas, modalnya lenyap... ah masih banyak lagi dengan modus serupa hanya produk yang beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi cerita dari teman saya yang punya usaha di pasar Taman Puring, dia menceritakan kasus penipuan yang terjadi disana. &lt;br /&gt;Umpamanya si A adalah pedagang disana ditawari oleh si B yang baru dikenalnya uang Brazil yang katanya bisa laku 6.000,- si B punya 10 lembar mau dijual 4.000 saja perlembar, akhirnya si A membelinya. Besoknya datang orang yang mencari uang Brazil berani beli seharga 6000,- per lembar maka terjadilah transaksi dengan si A yang mempunyai 10 lembar uang tersebut berarti untuk 20.000,-. Sebelum pergi si C berpesan kalau ada lagi dia berani beli dengan harga yang sama. Beberapa hari kemudian si B kembali menawarkan 100 lembar uang uni sovyet dengan harga 4.000 per lembar, karena si A sudah ada calon pembeli maka dia langsung membelinya, benar si C datang dengan memberikan keuntungan seperti yang diharapkan dengan tidak lupa berpesan kalo ada lagi, berapa saja dia akan membelinya dengan harga 6000. Ketika si B datang untuk yang ketiga kalinya dia membawa kabar kalau ada yang menawarinya uang Brazil 10.000 lembar kalau mau dia akan membawakannya beberapa hari lagi, si A yang membayangkan keuntungan 2.000 x 10.000 = 20 juta menjadi bersemangat tapi dia belum punya dana cash 40 jt untuk transaksi tersebut, maka dia berusaha mencarinya dengan meminjam kepada pihak ketiga, ketika uang terkumpul maka dia langsung menghubungi si B untuk melakukan transaksi tersebut apalagi sebelumnya si C terus menanyakan ketersediaan uang Brazil untuk dibelinya. singkat kata maka terjadilah transaksi 40 juta rupiah ditukar dengan 10.000 lembar uang brazil. Sehari, dua hari menunggu si C datang dengan deg-degan, berubah minggu belum juga datang kemudian berubah bulan timbullah ketakutan karena si C tidak datang-datang dan memang si C ngga bakal pernah datang lagi karena si C adalah teman si B yang bekerjasama melakukan penipuan terhadap si A. Tinggallah si A yang menanggung kerugian dan harus mengganti uang yang dipinjamnya dari pihak ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anda punya modal maka jangan terlalu bersemngat dengan tawaran yang menjanjikan keuntungan cepat dan besar... "Terkadang jalan pintas itu penuh ranjau".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-4082002669418000990?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/02/jalan-pintas-yang-penuh-ranjau.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-9135430153750276146</guid><pubDate>Mon, 12 Feb 2007 07:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-02-12T17:32:52.552+08:00</atom:updated><title>Penawaran-penawaran itu... Subhanallah</title><description>Banyak kejadian beberapa hari lalu yang ingin saya tulis dalam blog ini, sudah seminggu lebih blog ini tidak terupdate karena Shiramiyu butuh perhatian lebih dalam 2 - 3 bulan ini, untuk yang satu ini istri tercinta sempat protes karena waktu saya sangat sedikit untuk berkumpul dengan mereka, karena terlalu fokus untuk menelponpun jarang saya lakukan, masyaAllah... padahal istri hanya butuh sedikit perhatian dan sesekali telpon dari saya (Mi, maafin Abi ya...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama yang ingin saya tulis mengenai tawaran kontrakan yang murah disebelah bengkel aksesoris saya, saya hampir tergoda karena penawaran terakhirnya sangat-sangat menggiurkan tapi alhamdulillah Allah melindungi dari transaksi itu karena ternyata kontrakan tersebut ada masalah dengan pihak ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ada penawaran tanah seluas 200 meter yang cukup murah karena memang posisi tanah tersebut tidak bisa dilewati mobil, tapi nilai penawarannya cukup menggiurkan juga karena yang punya tanah butuh uang yang cukup mendesak, tadinya saya sangat menginginkan tanah tersebut untuk investasi dengan mencari pinjaman ke Bank syariah tapi alhamdulillah ditolak karena posisi tanah tidak dilewati mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketiga, beberapa hari kemudian ada penawaran tempat usaha persis di depan bengkel aksesoris saya, tempat ini digunakan pemiliknya sebagai bengkel motor sekaligus tempat showroom motor-motor bekas dagangannya, masih ada lagi ruangan yang disewakan untuk penjual rokok. bangunannya tidak luas karena ukuran ke belakang hanya sekitar 3 meter tapi lebar mengikuti bahu jalan sekitar 13 meter dengan empat sekat, penawaran dari pemiliknya juga cukup menggiurkan, sepertinya penawaran ini tidak boleh disia-siakan karena sesuai dengan usaha yang sedang dijalankan walaupun sebenarnya pada saat ini saya belum memiliki dana yang cukup untuk pembelian tempat tersebut meskipun modal jual beli motor akan dialihkan dulu kesana, sisanya akan diusahakan melalui sumber lain, mudah2an berhasil... Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, mengenai perkembangan Shiramiyu yang baru berjalan sekitar dua minggu, sebenarnya pembangunan shiramiyu baru sekitar 60%, berhubung dana yang ada sudah mentok bahkan masih terhutang beberapa juta maka pembangunan belum bisa dilanjutkan. Sabtu kemarin, teman saya dan Bapaknya datang melihat shiramiyu karena mereka berminat untuk membuka warung minuman, setelah sampai di shiramiyu Bapaknya mengajukan kerjasama yang sangat menggiurkan selain tetap berminat di warung minuman, Bapaknya menawarkan kelanjutan pembangunan khusus pencucian mobil dengan sistem bagi hasil. Walaupun sebenarnya itu merupakan kesempatan, saya mencoba untuk tidak memberikan angan-angan tentang keberhasilan yang muluk-muluk, saya bilang:"Pak, Bapak lihat dulu lokasinya gimana? Subhanallah, Apa yang dia katakan cukup mengagetkan dan menyadarkan saya, "Bud, kita itu wajibnya usaha tentang rezeki itu ada yang ngatur, kalau usaha kurang jalan mungkin ada penghalang kedekatan kita dengan Allah, coba perbanyak sholat tahajud, perbanyak sedekah... insyaAllah...". dengan logat sundanya yang cukup kental.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-9135430153750276146?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/02/penawaran-penawaran-itu-subhanallah.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-7863832580597009924</guid><pubDate>Mon, 29 Jan 2007 08:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-01-29T16:51:07.908+08:00</atom:updated><title>Shiramiyu...!</title><description>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_SZ9xe_TWq8Q/Rb21PvWC1JI/AAAAAAAAAAM/h3H2TH5gW7U/s1600-h/DSCI0106-1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SZ9xe_TWq8Q/Rb21PvWC1JI/AAAAAAAAAAM/h3H2TH5gW7U/s320/DSCI0106-1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5025372041226933394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrohmaanirroohiim... telah dibuka Shiramiyu...! Steam Center Pertama pada hari Sabtu, 27 Januari 2007 kemarin, Shiramiyu...! Steam Center beralamat di Jl. Merpati, Kampung Sawah, Ciputat. Mohon Do'a Restu dari teman2 semua untuk keberkahan dan kelancaran  usaha kami ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 27 Januari - 4 Pebruari kami mengadakan promo dengan tema: "Bayar Terserah Anda..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks kepada teman2 yang datang pada hari Sabtu, antara lain Pak Zaidi yang bela-belain datang setelah mengajar LINUX, thanks udah mampir ke Steam and Bengkel aksesoris saya Pak...! semoga kita bisa ketemu lagi di waktu yang lebih baik. Mas Yoyo... temen sekantor yang juga merupakan partner di www.etalase-halal.com. Adi JP, my prend... you should be... Pak Iwan (share holder), thanks sudah memberikan kepercayaan untuk mengelola usaha ini, dan teman2an lain yang belum disebutkan, semoga usaha ini sesuai dengan rencana... bahkan lebih... Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kebetulan lewat daerah tersebut sudilah mampir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Budi Rahmad&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-7863832580597009924?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/01/shiramiyu.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_SZ9xe_TWq8Q/Rb21PvWC1JI/AAAAAAAAAAM/h3H2TH5gW7U/s72-c/DSCI0106-1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-2530926027375122678</guid><pubDate>Wed, 24 Jan 2007 05:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-01-24T15:26:37.447+08:00</atom:updated><title>Begitu Menggoda...</title><description>Beberapa hari yang lalu, tetangga samping bengkel Aksesoris saya yang mempunyai usaha Soto datang dan mengutarakan keinginannya untuk meng-over-kontrak tempat usahanya sekarang kepada saya, sisanya masih sekitar 1.5 tahun, kenapa mau diover? ya dia punya alasan sendirilah... yang jadi pikiran saya sekarang harga yang ditawarkannya sangat murah karena harga tawarannya sama dengan kontrak 1 tahun dan bayarnya pun bisa diangsur, ga harus langsung lunas. Menggiurkan? tentu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah saya pikir-pikir dengah harga yang murah tersebut apakah menguntungkan? jawabannya belum saya temukan, ada beberapa hal yang saya pertimbangkan yaitu Dana dan peruntukan tempat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya setiap bulan kami menyisihkan keuntungan untuk dana sewa tahun berikutnya, dana tersebut bisa kami gunakan untuk DP over-kontrak dan sisanya bisa dibayar belakangan tapi yang menjadi kendala tempat tersebut tentu butuh dana tambahan kalau memang mau buat usaha, ga mungkin khan udah sewa terus dibiarkan kosong? Masalah peruntukannya juga menjadi kendala, buat usaha apa? ada beberapa alternatif, salah satunya memperluas bengkel, menurut teman saya dengan diperluas bengkel maka ada kemungkinan income bertambah, tapi terus terang saya masih belum melihat kemungkinannya diatas 70% selain itu dana yang diperlukan untuk memperluas cukup banyak. Alternatif kedua Tempat jual beli motor, alternatif tersebut bukan merupakan keperluan mendesak karena dengan menempati area di depan bengkel masih memungkinkan, dengan memaksakan diri mengontrak untuk hal tersebut hanya akan menambah beban. Alternatif ketiga, Membuka tempat Steam Motor lagi, sepertinya ini juga tidak akan berpengaruh banyak karena disekitar daerah itu sudah banyak tempat steam Motor, baik besar maupun kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya minta waktu tiga hari untuk memikirkan peruntukannya, dan hari ini adalah batas terakhir... barusan teman saya nelpon dan bilang kalau tetangga tersebut sangat mengharapkan kami yang mengambilnya, karena sampai hari ini saya belum menemukan ide usahanya maka saya mengambil keputusan untuk melepaskannya. Apakah saya rugi melepaskan penawaran yang begitu menggoda? mungkin, tapi saya tetap merasa itu adalah keputusan saya yang terbaik, saya membiasakan diri untuk melihat untung ruginya membeli sesuatu bukan berdasarkan murah dan mahalnya dan ini berpengaruh pada saat mengambil keputusan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lagi jalan-jalan di mall atau tempat perbelanjaan tentu kita sering melihat promosi dengan discount besar-besaran, terkadang begitu menggoda... "kapan lagi bisa beli barang seperti itu dengan harga sekian?" ah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-2530926027375122678?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/01/begitu-menggoda.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-2196513565324707596</guid><pubDate>Fri, 19 Jan 2007 03:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-01-19T18:17:32.708+08:00</atom:updated><title>Aset atau beban sih?</title><description>Sebagai seorang karyawan tentu saya mempunyai penghasilan tetap setiap bulannya dan itu pasti saya terima kecuali ada hal-hal luar biasa terjadi pada perusahaan tempat saya bekerja sekarang atau lainnya, begitu juga dengan teman-teman, saudara, dan orang lain yang berlabelkan karyawan sebuat perusahaan. Itulah kelebihan atau daya tarik menjadi seorang karyawan "Penghasilan yang pasti" walaupun ada beberapa alasan lain yang sering kita dengar seperti pekerjaannya sesuai dengan pendidikan (contohnya accounting, marketing, engineering dll) atau karir yang menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karyawan adalah salah satu profesi yang baik untuk seseorang yang menginginkan keamanan keuangan bulanan karena pada umumnya gaji yang diterima cukup untuk satu bulan, kalaupun lebih terkadang kita tergoda untuk memiliki barang-barang yang sedikit wah setidaknya itu yang saya rasakan atau artikel-artikel yang pernah saya baca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa melihat begitu banyak contoh karyawan yang terlihat begitu sukses pada saat masih bekerja mungkin dia seorang manager tapi ketika pensiun hidup pas-pasan atau bisa jadi kekurangan sehingga dia berusaha untuk mencari kerja lagi. Tapi ada juga contoh seorang mantan karyawan yang bisa dianggap berhasil seperti seorang tetangga mertua saya yang mempunyai rumah kos-kosan dengan jumlah kamar lebih dari 20 buah dan sewa tahunan sekitar 2 jutaan, walaupun sebelumnya dia adalah karyawan level bawah, tapi lihat dimasa pensiunnya dia mampu membuat aset yang dimilikinya memberikan keuntungan tanpa harus bekerja lagi, semua urusan kos dikelola oleh anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang membedakan mereka...? Mengapa bisa begitu...? mungkin itulah pertanyaan yang perlu diutarakan. Kalau disuruh memilih pasti kita pengen yang endingnya seperti mantan karyawan yang mempunyai penghasilan dari kos-kosannya, tapi apakah kita sudah membuat langkah-langkah kearah situ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan kita sebagai karyawan terkadang terlalu menikmati hasil yang kita terima pada saat ini, gaji bulan ini kita habiskan dalam satu bulan karena bulan berikutnya "Pasti ada" kalau ingin memiliki sesuatu sepertinya harus selalu dapat walaupun terkadang yang ingin kita miliki tersebut tidak memiliki manfaat yang signifikan, kita tidak terbiasa memperhitungkan untung rugi, mendesak atau tidak. Keinginan harus bisa terpenuhi itulah yang menjadi motto, sehingga ada karyawan yang semakin besar pendapatan bukannya semakin tenang malah sebaliknya, akibat keinginan-keinginan yang tidak bisa direm seperti HP harus model terbaru, alat-alat elektronik yang mahal, motor atau mobil keluaran terbaru atau rumah di perumahan tertentu... karena semua itu relatif mudah didapat oleh karyawan dengan cara kredit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau untuk menyisihkan sebagian uang perbulan sepertinya berat sekali, dengan berbagai alasan keluar dengan mudah dari mulut, "jangankan menabung, untuk biaya sebulan aja kurang" padahal untuk beli HP yang seharga 2-3 jtan mampu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga punya keinginan seperti itu, tapi apakah semua itu aset yang memberikan keuntungan signifikan? Kalau jawabannya "YA" maka tidak ada salahnya mewujudkan keingin tersebut tapi kalau jawabannya "TIDAK" maka kita harus tahu apa yang mesti dilakukan. Jangan sampai keputusan kita membuat kita bekerja untuk membayar tagihan bulanan. Pak Khotib Jum'at tadi membacakan ayat alqur'an yang arti kurang lebih seperti ini "Allah tidak pernah berbuat zholim kepada hamba-NYA tapi hambanyalah yang menganiaya dirinya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-2196513565324707596?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/01/aset-atau-beban-sih.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-1227698267515069433</guid><pubDate>Tue, 16 Jan 2007 02:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-01-16T10:26:14.177+08:00</atom:updated><title>Wirausaha :: Berbagi Pengalaman dan Wawasan</title><description>&lt;a href="http://wirausahakita.blogspot.com/"&gt;Wirausaha :: Berbagi Pengalaman dan Wawasan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-1227698267515069433?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/01/wirausaha-berbagi-pengalaman-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-8474375435439229241</guid><pubDate>Mon, 15 Jan 2007 03:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-01-15T12:58:51.314+08:00</atom:updated><title>"Gaji naik ngga sih...?"</title><description>Isu hangat di perkantoran pada awal tahun biasanya berputar di topik "KENAIKAN GAJI", sedangkan pada akhir tahun biasanya "BONUS", tidak semua perusahaan mempunyai kebijaksanaan yang sama mengenai waktu dan besarannya tapi biasanya sebagai karyawan ada harapan yang besar terhadap kenaikan gaji dan bonus tersebut. Bahkan pada saat menunggu itu timbul spikulasi, ramalan-ramalan, optimistis bahkan ada yang pesimis, ini menjadi sesuatu menarik untuk dibicarakan terutama kalau berkumpul pada saat makan siang atau lagi nongkrong di pantry. "Gaji naik ngga sih...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar dong kalau itu menjadi topik hangat para karyawan saat ini, dengan kenaikan gaji tersebut otomatis penghasilan jadi bertambah, ada post-post pengeluaran yang bisa diperbesar atau kalau yang pendapatannya sudah berlebih bisa untuk menambah uang tabungan atau bisa mengutak atik dana pinjaman dengan cicilan berapa bisa diambil sekarang. Ada yang pengen mengambil KPR, Kredik Motor baru, Mobil baru atau HP baru. Ada harapan besar disana untuk melakukan perubahan-perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian teman saya ada juga yang ngga begitu tertarik lagi untuk membicarakan kenaikan gaji katanya itu sudah pasti setiap tahun dan kenaikannya bisa diperkirakan antara 7% - 15%, atau kalau perusahaan lagi OK bisa mencapai diatasnya. Menurut dia kenaikan gaji tidak berberbanding dengan kebutuhan yang terus bertambah atau kenaikan harga barang kebutuhan yang dibeli lebih tinggi dari persentase kenaikan gaji. Benar juga pendapat teman saya itu... tapi khan masih syukur ada kenaikan gaji andai kenaikan barang kebutuhan bertambah sedangkan gaji tidak naik tentu akan lebih membuat pusing tujuh keliling apalagi kalau selama ini mempunyai keinginan yang terpendam, seperti memiliki kendaraan atau rumah kapan bisa kesampaian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri sebagai karyawan berharap kenaikan gaji tahun ini, tapi terus terang saya tidak menggantungkan penghasilan saya dari satu sumber pendapatan, kabar gembira bagi karyawan bahwa di zaman sekarang mempunyai pendapatan dari berbagai sumber sangat mungkin diperoleh seorang karyawan, bagi yang membutuhkan hal tersebut sangat disarankan untuk terus berpikir mendapatkan ide-ide kreatif atau bertanya dan minta saran kepada teman, saya yakin anda akan menemukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir November 2006 yang lalu saya membuka sebuah usaha kemitraan secara online, karyawan adalah sasaran saya sebagai mitra kerja, saya berharap dengan bergabungnya seorang karyawan dalam usaha ini dapat memiliki passive income tanpa harus mengganggu pekerjaannya, saya bermimpi suatu saat nanti ada mitra saya yang mempunyai passive income sama atau melebihi penghasilan yang diterimanya dari perusahaan tempatnya bekerja. Sehingga tidak ada lagi keluhan terhadap perusahaan walaupun suatu saat perusahaan tidak menaikan gajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maukah Anda membuat mimpi itu menjadi kenyataan bersama saya...?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam, &lt;br /&gt;Budi Rahmad&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-8474375435439229241?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/01/gaji-naik-ngga-sih.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-167949949534277156</guid><pubDate>Fri, 12 Jan 2007 01:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-01-12T13:49:16.282+08:00</atom:updated><title>Gagal... Emang kenapa?</title><description>Wajar kalau orang ngga mau gagal dalam berusaha, jangankan kita yang dananya pas-pasan, seorang milyuner pun saya pikir ngga bakal mau bikin usaha kalau dia tau itu bakal gagal. Terus kenapa ada yang berani melangkah dan mencoba meraih mimpinya dan sebagian lain hanya berada diluar arena walaupun memiliki keinginan untuk punya usaha dan segudang ide? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut gagal menjadikan seseorang maju mundur ketika akan mengeksekusi sebuah ide menjadi sesuatu aktifitas yang tampak oleh kasat mata. Banyak alasan yang keluar dari mulut seseorang, tapi pada intinya semua adalah ungkapan lain dari takut gagal, baik itu alasan ngga cukup modal, ngga ada waktu atau yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus merupakan salah satu jawabannya. Setiap usaha selalu mempunyai dua kemungkinan, yaitu berhasil atau gagal. Fokus seseorang mempengaruhi tindakannya, Fokus pada kegagalan akan menutup matanya dari kemungkinan berhasil atau dia berpikir tingkat keberhasilannya selalu kecil sehingga dia tidak akan pernah mewujudkan ide-idennya walaupun ada ratusan ide yang dia miliki, sedangkan fokus pada keberhasilan membuat orang berani mengeksekusi idenya menjadi sebuah aktifitas (Usaha) walaupun dia tatap melihat ada kemungkinan gagal, dia menyiapkan jurus-jurus mengantisipasi, maka melangkahlah dia ke dunia usaha itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang banyak usaha yang dimulai dengan modal dana 0 atau modal dana sedikit ternyata sukses bahkan mengalahkan usaha yang dimulai dengan modal jutaan atau puluhan juta rupiah. Waktu juga demikian, banyak jenis usaha yang tidak perlu kita tongkrongi setiap saat tapi tetap bisa jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokuslah pada keberhasilan, keberhasilan dan keberhasilan, memotivasi kita melakukan action, ketika action itu sudah dilakukan tapi ternyata menemui hambatan, persoalan-persoalan yang sebelumnya belum siap diantisipasi, hadapi itu, tetap berpikir bagaimana mengatasinya, apa yang salah terus review... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau kita dapat mengatasinya maka keberhasilan akan dengan suka rela menemui kita tapi sebaliknya ketika kegagalan yang menemui kita, emang kenapa? Apakah dunia akan kiamat? Akan terlihat sikap mental kita apakah jera atau tetap semangat, apakah harapan keberhasilah itu sirna atau tetap menyala? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan menjadi yang manakah anda? buktikan sendiri dengan ACTION!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;Budi Rahmad&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-167949949534277156?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2007/01/gagal-emang-kenapa.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-5892536375620447832</guid><pubDate>Wed, 20 Dec 2006 04:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2006-12-20T16:56:32.955+08:00</atom:updated><title>Terkadang modal bisa diatasi</title><description>Sepertinya punya usaha sampingan sudah menjadi hobby-ku sekarang, hari ini saya membayar separo sewa tanah selama 3 tahun untuk usaha "steam motor" dengan teman, insyaAllah Sabtu ini mulai merapikan tempat, diharapkan sebelum akhir tahun usaha sudah mulai jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha ini berawal keingin seorang teman di rumah, sebut saja Dino untuk mempunyai kerja sampingan yang punya pengalaman di steam mobil/motor waktu masih bujangan. sebenarnya dia juga punya usaha sendiri buka warung indomie dan jual bensin campur di kontrakannya, rencananya pada siang istrinya bisa sendiri jaga warung dia stand bye di steam motor, maksud biar penghasilannya dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keseriusannya dalam berusaha warung indomie dan jual bensin campur, saya tertarik juga bekerjasama dengan dia, kemudian kita jalan naik motor ke tempat Bengkel Aksesori motor saya (wah usaha ini saya belum cerita ya...) yang kebetulan dibelakangnya ada usaha steam motor juga, tapi dia kurang tertarik dan memang usaha steam disitu kurang menjanjikan karena tempatnya agak masuk kedalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari situ kita nyari tempat. Alhamdulillah ada tanah yang kosong ditempat yang saya lihat cukup strategis dengan plang "DISEWAKAN", langsung saya telp pemiliknya, saya menanyakan harga sewanya ternyata ALAMAK... MAHAL SEKALI, terus terang diluar kemampuan saya saat itu, soalnya harus langsung 3 tahun. Sebenarnya untuk tempat usaha harga segitu wajar... tapi saya tidak punya uang sebesar itu, saya bilang ke yang punya tanah bahwa saya berminat mungkin nanti saya hubungi lagi untuk nego. wess... telpon ditutup. Setelah itu saya beritahu ke teman saya modal yang dibutuhkan cukup besar tapi nanti saya usahakan... kita pulang dan dia bilang "saya siap menbantu kalo usaha ini jadi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya lakukan agar usaha ini bisa terwujud sedangkan saya tidak punya modal yang cukup... Besok harinya saya mulai otak-atik biaya keseluruhan mulai dari sewa tanah, merapikan tempat, beli mesin steam dan mesin air, dll, Perkiraan jumlah modal seluruhnya sudah ketahuan. Kemudian otak atik lagi perkiraan pendapatan selama sebulan dan biaya yang dikeluarkan, setelah pemasukan dikurang pengeluran ketemu laba perbulan juga BEPnya, sekali lagi semua hanya "PERKIRAAN", saya buat semasuk akal mungkin, dan terakhir saya bikin persentase permodalan dan bagi hasilnya. Jadilah PROPOSAL yang siap ditawarkan ke teman-teman. Saya berdoa semoga berhasil dan ada tanggapan positif dari calon mitra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya tawarkan/cerita ke temen mengenai rencana usaha ini tanggapan dari mereka bermacam-macam, ada yang antusias ada yang biasa saja bahkan mungkin ada yang meragukan. Alhamdulillah, tidak sampai 2 minggu ada tanggapan dari 2 orang teman yang siap bergabung walaupun akhirnya hanya satu orang yang benar-benar siap untuk bekerjasama dalam usaha ini... Selain itu yang punya tanah juga mau pembayaran sewanya dalam 2 tahap, pembayaran pertama 50%, pembayaran kedua dibayar 6 bulan kemudian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, ternyata masalah permodalan dapat kita pecahkan asalkan kita serius dan mempunyai keinginan yang kuat, tidak lupa doa kepada sang pemberi rezeki, yang tidak kalah penting dalam berusaha kita berani mencoba dan tidak takut gagal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda punya ide usaha? cepat jadikan dia kenyataan, kita akan tahu ide itu berhasil atau tidak setelah kita mencobanya... jangan biarkan dia gagal sebelum dicoba, anda berani...????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-5892536375620447832?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2006/12/terkadang-modal-bisa-diatasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-1792085632168118840</guid><pubDate>Mon, 18 Dec 2006 07:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2006-12-18T17:21:26.280+08:00</atom:updated><title>Pensiun... Siapkah kita?</title><description>Semalam, pada saat makan malam bersama istri yang kebetulan sambil nonton sinetron di salah satu stasiun tv, saya agak tersentak dengan perbincangan antara seorang ayah yang sudah pensiun dengan anaknya sekitar 20 tahunan. Apa isi percakapannya, kira-kira begini...&lt;br /&gt;Anak: "Kemana Bapak pergi setiap hari dari pagi sampai sore, padahal khan Bapak sudah pensiun?"&lt;br /&gt;Bapaknya terdiam sesaat mungkin berpikir untuk mencari jawaban&lt;br /&gt;Anak: "Jangan-jangan Bapak punya cewek simpanan nich"&lt;br /&gt;Bapak: "Jangan berpikiran kotor kamu, Bapak memang punya masalah dengan Ibumu di rumah tapi Bapak tidak begitu"&lt;br /&gt;Anak: "Terus Bapak kemana tiap hari pergi dengan pakaian rapi begini?"&lt;br /&gt;Bapak: "Bapak pergi ke Perpustakaan dari pagi sampai sore, Bapak pusing di rumah berantam dengan ibumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekilas cuplikan percakapan antara seorang Bapak dan anaknya dalam sinetron yang saya lupa judulnya, biasa aja khan... terus apa yang membuat saya agak tersentak...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah seorang karyawan seperti juga Bapak yang saya ceritakan diatas terlepas dia Pegawai negeri atau karyawan perusahaan swasta, dia juga tadinya sama seperti saya atau anda yang membaca tulisan ini, setiap hari berangkat kerja dari pagi sampai sore, itulah rutinitas kita. Bedanya sekarang pada saat ini saya masih kerja, anda juga mungkin masih kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sadar pada akhirnya saya akan seperti bapak tadi juga akan pensiun tidak menjadi karyawan lagi, baik disebabkan oleh masa produktivitas saya yang dinilai perusahaan sudah tidak menguntungkan atau karena kondisi perusahaan yang menurun atau karena hal lain tapi yang jelas itu pasti akan terjadi, yang menjadi pertanyaan saya apakah saya juga akan pergi ke perpustakaan menghabiskan waktu saya, atau mencari hobby saya yang lain... asyik juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tidak menjadi masalah, masalah akan timbul ketika pada saat kita tidak bekerja sedangkan kebutuhan keluarga harus terus dipenuhi, baik itu belanja dapur, pendidikan anak, kesehatan atau cicilan rumah yang belum lunas... bagaimana cara menanggulanginya... Apakah perusahaan tempat kita bekerja sekarang sudah mempunyai peraturan tentang dana pensiun? kalau ya berarti anda bekerja di perusahaan yang lumayan bagus tapi apakah kebanyakan perusahaan di Indonesia mampu memberikannya...? saya salah satu orang yang meragukannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda menganggap itu masih lama dan ngga perlu dipikirin dari sekarang saya ucapkan selamat itu akan membebaskan anda dari beban pikiran, dan saya berdoa semoga pada saat masa itu datang anda mampu mengatasinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau anda termasuk orang yang mulai memikirkannya, saya akan sarankan bersiaplah untuk berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian... maksudnya? Selalu berpikirlah dari sekarang apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasinya, terus dan teruslah berpikir, insyaAllah kita akan menemukan pemecahannya. Amin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-1792085632168118840?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2006/12/pensiun-siapkah-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-3750958726744084477</guid><pubDate>Wed, 22 Nov 2006 10:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2006-11-22T18:37:22.945+08:00</atom:updated><title>Mencari Peluang..</title><description>Setelah berhasil membantu temen mulai ada modal walaupun sedikit untuk memulai usaha, tapi ternyata ngga mudah implementasinya... Hah apalagi ini, mulai timbul rasa takut dan timbul banyak pertanyaan: usaha apa yang pas, kalo usaha ga jalan abis donk modalnya, siapa yang ngelola masa harus berenti kerja, ah... langkah pertama sulit sekali, tapi niat tetap terus menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika datang teman lama ke kost-an... menawarkan kerjasama untuk usaha jual beli motor bekas, setelah diberikan sedikit gambaran mengenai usaha tersebut langsung tertarik. Butuh modal besar? ternyata 2,5 juta cukup, dapat motor apaan segitu... motor Honda CG tua tahun 1977 hampir sama dgn umur saya, dikirim ke Aceh buat dijadikan becak. Untungnya lumayan... he he he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan beberapa lama, motor CG makin susah dicari berganti dengan tren pasar baru, motor King or Spesial banyak dicari orang daerah jadilah kita berani ke motor yang agak mahalan, modal nambah dong... makin lama ternyata pemainnya banyak, agak susah juga nyarinya, saya coba-coba cari lewat internet... Dapat juga... akhirnya sampai sekarang kita nyari motor selain dari offline juga lewat internet dan type motor dan tahunnya juga sudah baru. Lumayan 1 usaha jalan dengan bekerjasama dengan temen...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-3750958726744084477?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2006/11/mencari-peluang.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-7576100878527629948</guid><pubDate>Thu, 16 Nov 2006 02:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2006-11-16T11:25:58.535+08:00</atom:updated><title>Jalan mulai terbuka...</title><description>Hobby main internet...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mulai kenal internet saya hobby sekali searching di google, apa saja yang ada dipikiran saya cari di internet, barang apa saja yang kira2 ada pasarnya saya cari, mulai dari pertanian sampai yang berteknologi tinggi saya cari sumbernya, ngga bosan-bosan... malah kalo internet lagi down perasaan dunia jadi sempit, he he he. Saya pikir siapa tau nanti ada gunanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata emang ada gunanya...&lt;br /&gt;Suatu ketika dari obrolan santai dengan seorang teman/tetangga yang profesinya supplier, dia cerita pengen nyari barang langsung dari sumbernya, soalnya kalo order dari agen harganya lebih mahal. Saya sih dengerin aja, soalnya barangnya itu juga saya baru denger, tapi waktu itu saya bilang akan coba bantu lewat internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah barang yang dicari ketemu, terus saya coba ngontak langsung dan minta harga, ternyata harganya memang jauh lebih murah, terus saya kasih tau teman saya dia setuju untuk beli langsung dari pabrik tersebut, ya saya diberi komisi yang lumayan karena keuntungan yang dia dapat juga jauh lebih besar dari biasanya. Pernah dalam setahun komisi yang saya terima dari teman saya lebih besar dari gaji yang saya terima sebagai karyawan selama setahun... coba alangkah senangnya saya, padahal dalam setahun hanya 2 kali order. Bersyukur kepada Allah yang membukakan jalan... Subhanallah walhamdulillah... Lumayan sedikit ada tabungan buat usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang saya dapatkan, ketika kita selalu berpikir tentang sesuatu (Bisnis), berusaha dan berdoa untuk meraihnya, lambat laun jalan itu akan menghampiri kita, mungkin ini suatu kebetulan. Tapi andai pada saat temen saya itu cerita tentang keinginannya dan saya tidak punya ide/pikiran/respon kearah itu tentu semua hanya jadi informasi saja. Mungkin sebelumnya dia sudah cerita kebeberapa orang dan belum mendapat respon seperti yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kita perlu menyiapkan segala sesuatu yang dianggap perlu walaupun terkadang kita tidak tahu kapan akan digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Rahmad&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-7576100878527629948?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2006/11/jalan-mulai-terbuka.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-1376453904994186205.post-516165077511984765</guid><pubDate>Wed, 15 Nov 2006 06:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2006-11-15T18:04:40.140+08:00</atom:updated><title>Impian dan Kenyataan (Usaha)</title><description>Terinspirasi dari tulisan blogger di TDA (Tangan diatas), pengen juga punya blog seperti mereka yang menceritakan tentang perkembangan usaha mereka dan pengalamannya terus pengen juga minta advise dan sharring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian saya dari dulu pengen jadi wirausaha, punya usaha sendiri, ga ada yang nyuruh-nyuruh, pengen ngapain terserah kita, toh itu usaha kita... bebas donk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengennya sih setelah selesai pendidikan, kerja sama orang lain (karyawan) sekitar 3 - 5 tahun sambil nyiapin modal kemudian mantap punya usaha sendiri, bebas merdeka... tapi kenyataannya lain, sekarang sudah 6 tahun ternyata mantap jadi karyawan, pikirannya masih cari titik aman... tiap bulan dapat penghasilan tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi ga berarti impian itu hilang, dari dulu hobbynya mencari ide-ide tentang usaha yang layak dijalankan, mungkin kalo dikumpulkan lebih dari 100 buah ide sudah dihasilkan, mau tidur dapat ide, kadang-kadang jadi susah tidur karena idenya terus berputar dikepala tapi ide tinggal ide, tanpa follow up, ternyata untuk membuat langkah pertama itu susah, mau mulai usaha masih kerja, modal ga ada, kemampuan belum teruji, mo berhenti kerja untuk jadi wirausaha terasa lebih susah daripada pindah kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir tentang ide terus dilakukan walaupun ngga tau kapan bisa memulai, berharap suatu saat ada orang "nyasar" ngasih modal khan kita udah siap, paling tidak dengan ide. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha... alhamdulillah, maha besar Allah yang telah menjadikan sebagian impian saya menjadi kenyataan... sekarang walaupun saya masih jadi karyawan tapi ada usaha yang sudah jalan, malah usaha tersebut ada yang menggunakan modal orang lain, tenaga orang lain, dan keahlian orang lain seperti kata Pak Purdi E. Chandra itu lho...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja usaha saya... yang jelas masih kelas teri... jadi jangan terlalu penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;Budi Rahmad&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1376453904994186205-516165077511984765?l=budirahmad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://budirahmad.blogspot.com/2006/11/impian-dan-kenyataan-usaha.html</link><author>noreply@blogger.com (Budi)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>