Tuesday, September 30, 2008

Mak... selamat idul fitri 1429 H

"Oh Bunda.... ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku..."

adalah sebuat bait lagu yang diciptakan oleh Melly Guslow, malam ini berhasil dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari di sebuah stasiun televisi dengan sangat baik, terbukti berhasil mengingatkanku kepada Bunda/ibuku, terbukti mampu membuat air mataku tak berhasil kubendung agar tidak mengalir dari pelupuk mataku.
Subhanallah... Allah telah memberiku seorang ibu yang sangat mencintaiku, merawatku dan mendidikku dengan sangat sangat baik... seorang ibu yang rela mensortir buah-buahan ditengah malam dan mendayung sampan setelah sholat subuh yang gelap untuk mengantar dagangannya ke kota agar keluarganya keluar dari kemiskinan, seorang ibu yang rela ditinggal suami selama berhari-hari untuk mencari penghasilan lain walaupun dia sendiri repot dengan anak-anaknya yang masih kecil, engkau begitu tabah menghadapi hidup dan selalu bersyukur akan nikmat Allah, dan sekarang dapat menjalani hidup jauh lebih baik dari awal masa perkawinanmu. (baca)
Mak... dimalam yang penuh dengan kemenangan ini, disaat air mata ini masih mengalir... kuucapkan selamat idul fitri... ampuni segala khilaf dan kealfaan anakmu ini, semoga Allah meridhoi semua pengorbananmu. Maafkan anakmu tahun ini tidak bisa langsung mencium pipi dan punggung tanganmu secara langsung seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi yakinlah "ada dan tiada dirimu akan selalu ada di dalam hatiku".

Anakmu,
1 Syawal 1429 H

Tuesday, February 19, 2008

Pria gemulai yang bermental baja

Kemarin malam ketika menonton acara kontes dangdut dadakan di TPI (he he he, penggemar dangdut euy) ada cerita yang menarik, yaitu ketika seorang peserta dari Serang yang rada feminim padahal iya seorang cowok tapi gerakannya itu lho... menurut pengakuannya itu karena di keluarganya tidak ada anak cewek, jadilah dia yang membantu pekerjaan ibunya di rumah, sehingga ketika temannya mengajak main bola dia jawab "saya mau nyuci piring aja di rumah".

Yang membuat saya tertarik bukan dengan sifat kefeminimannya lebih dari itu adalah ceritanya hingga bisa sampai masuk menjadi peserta kontes, padahal untuk kontes seperti itu pesertanya luar biasa banyak, maklum mottonya acaranya aja "Langsung beken".

Menurut ceritanya dia sangat pengen tampil di acara TV tersebut dan sering mengungkapkan keinginannya tersebut kepada para tetangga di kampungnya, untuk itu dia mencoba mengikuti pendaftaran tapi selalu gagal pada tingkat tes awal, dia terus mencoba walaupun omongan para tetangga yang rada merendahkan dan meremehkan sering dia dengar... malah ada katanya tetangga yang ngomong "kalau kamu sampai masuk tv dalam acara lomba nyanyi ini, tv saya akan saya lempar dengan batu" wah... betapa kasar hinaan itu diterimanya.

Dan sekarang setelah 14 kali ikut tes... 14 kali kawan... dia berhasil mengejar mimpinya, dia dinyatakan layak untuk tampil di tv dalam ajang kontes tersebut, jadilah dia menyanyikan lagu "Panasaran" dengan goyangan yang gemulai melebihi wanita biasa dia mendapat sorakan yang saya sendiri agak ragu apakah sorakan itu karena kagum dengan penampilannya atau karena geli, he he he. Setelah selesai menyanyi dia dengan menyeka air mata yang meleleh di pipinya tanpa kuasa untuk menahannya, berbicara di tivi kepada tetangga yang pernah meremehkannya... "Sekarang lemparlah tv kamu sendiri dengan batu, saya sudah berhasil menyanyi di tv seperti yang saya inginkan dulu...".

Kisah perjuangan tanpa mengenal kata menyerah... Betapa kita tidak boleh menganggap remeh mimpi seseorang yang berusaha dengan sungguh2 untuk menjadikannya kenyataan... kegagalan yang didapat setelah 13 kali tes bukan penghalang baginya untuk terus berusaha, berapa dana, waktu yang dikorbankannya dan hinaan yang diterimanya (mental) untuk menjadikan mimpinya menjadi kenyataan...?

Sekarang saatnya kita mengambil pelajaran dari adegan live tersebut, apakah kita sanggup terus melangkah ketika kegagalan demi kegagalan kita terima dalam mengejar impian kita? Apakah ada diantara kita yang berkeinginan untuk punya usaha, mencoba kemudian gagal dan seterusnya tidak berani lagi untuk memulai? alasan modal atau mentalkah yang menghalangi kita? saya sendiri jadi malu untuk menjawabnya. Mari belajar dari pria yang gemulai tersebut. Saya salut dengan ANDA... Pria gemulai yang bermental baja.

Friday, February 15, 2008

Kembali ngeblog...

Ah... hampir 10 bulan sudah ga mengisi blog ini, kasian ditelantarkan... ternyata menjadi blogger sejati itu ga gampang, salut untuk Member TDA yang selalu aktif terutama sang jenderal "Pak Roni", btw.. hari ini blog yang kurang terurus ini sudah diapprove di TDA blogroll, Thanks TDA Community.

OK, mulai sekarang kembali aktif ngeblog, malu dong udah diapprove tapi ga ngikutin saran sang Jenderal... "Member TDA harus punya blog".

Thursday, April 19, 2007

Apakah impian besarmu... ?

Beberapa minggu yang lalu saya bersilaturahmi ke kios teman yang berumur sekitar 40an di Taman Puring, usahanya jual beli dan reparasi jam tangan, saya melihat usahanya seperti kurang "barang dagangan", saya sedikit tahu sebabnya karena selama beberapa bulan lalu dia tidak bisa berusaha karena diserang strock yang mengakibatkan tangan kanannya susah digerakkan, selama beberapa bulan pula dia hanya mengandalkan tabungannya, alhamdulillah sekarang sudah mulai membaik, yang saya salut semangatnya tetap menyala bagai api disiram bensin, ketika itu dia dengan bersemangat cerita tentang keinginannya yang hampir rampung untuk membuka satu jenis "service khusus" yang masih jarang di Indonesia untuk jam tangan. Dia bilang "Bud, tinggal 90% lagi, kalau ini berhasil insyaAllah impian saya untuk naik haji dan membiayai haji keluarga dan mertua saya akan kesampaian". Des... hati saya bergetar, itukah impian terbesarnya ketika nanti usahanya berhasil, saya hanya bisa mendoakan usaha tersebut menjadi kenyataan, sungguh motivasinya saya pikir sangat yang mulia..

Beberapa hari kemudian saya menelpon adik saya dikampung, menanyakan tentang usaha jual beli pinang yang sedang dijalankannya, Diapun bercerita dengan semangat tentang pertemuannya dengan pedagang sekaligus eksportir dari Medan yang mempercayainya menghandle pembelian di daerah kami kepada adik saya tersebut. "Bang, saya sudah lama membayangkan seperti ini, pertemuan dengan orang tersebut seperti mimpi", Saya senang mendengar ceritanya, sudah lama adik saya menjalankan usaha tesebut, harganya yang turun naik tanpa bisa dikontrol, dia bilang usaha tersebut seperti main Dollar aja, jatuh bangun... menggadai motor kesayangannya, ditipu pedagang besar, hutang yang besar yang mengharuskannya menjual motor dan itupun masih belum lunas tapi insyaAllah kalau sudah bekerjasama dengan eksportir langsung harga bisa di monitor, apalagi dia bilang modal insyaAllah nantinya langsung dari partnernya itu, saya bilang jaga kepercayaan orang, saya mendoakan semoga semuanya lancar... Tak lama setelah telepon diputus saya menerima sms dari adik saya, bunyinya:"Do'akan bang lah usahaku lancar n sukses. Amun (kalau) sukses kita naik haji samuaan (sekeluarga maksudnya)...". Des... hati saya kembali bergetar.... itukah motivasinya berusaha untuk sukses... insyaAllah mulia.

Memang dalam usaha perlu ada motivasi yang melatar belakanginya, ketika motivasi yang dihadirkan tepat, maka "ruh" usaha tersebut akan terlihat, orang yang menjalaninya pun tidak akan mudah menyerah, dan ketika menemui kegagalan dia tidak akan mundur setapakpun, "bangkit" adalah motto yang tertancap dalam benaknya. Impian terbesar yang tertanam jiwanya seperti bahan bakar yang siap ditumpahkan ketika api itu mulai redup.

Semua orang punya impian dalam hidup, baik itu yang berprofesi sebagai karyawan maupun pengusaha, dalam mencapai impiannya ada yang cukup berkecimpung menjadi karyawan saja, usaha sendiri saja, berbisnis saja, atau lainnya, ada juga yang merasa impiannya akan sulit tercapai kalau hanya satu sumber penghasilan saja seperti karyawan mulai menjajaki usaha lain tanpa meninggalkan status karyawannya, mencari freelance, usaha sampingan, atau berinvestasi pada usaha teman/saudara. Ada juga yang yakin mengubah statusnya 100% supaya impian besarnya tercapai, seperti meninggalkan status "karyawan" menjadi pengusaha, itu adalah pilihan bebas kita.Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah impian terbesar Anda? apa yang Anda lakukan untuk meraih impian tersebut?

Wednesday, March 14, 2007

Pernahkah kita menolak rezeki...?

Pada umumnya kita selalu memohon kepada Allah untuk diberikan kemudahan dalam mencari rezeki yang halal dan baik... sayapun sering melakukan ketika berdoa setelah menunaikan sholat, saya yakin Allah akan mengabulkannya bahkan sudah mengabulkannya dan terus mengabulkannya... terkadang malah ada rezeki yang secara tidak sadar telah saya tolak, mungkin Anda juga pernah menolaknya, koq bisa?

Allah sang pemberi rezeki memberikan rezeki dengan berbagai macam cara, berbagai macam jalan, berbagai macam sumber, bahkan dari sesuatu yang tidak kita duga-duga... semua itu sangat mudah dilakukan-Nya... Cuma, kita sebagai manusia terkadang tidak sempurna dalam membaca sinyal-sinyal yang diberikan padahal mungkin apabila kita merespon sinyal tersebut dengan positif akan terjadi perubahan yang menakjubkan dalam kehidupan kita.

Pernahkah kita punya ide yang terus kita "pupuk" selamanya di kepala kita dan ternyata suatu saat ada orang lain yang melakukannya dan berhasil... dan kita hanya bisa bilang:"itukan ide gw dulu...". Pernahkah kita mendapat info yang sangat berharga tapi kita sedikit malas untuk berpikir menjadikannya benefit untuk kita dan ketika info itu kita berikan ke orang lain orang tersebut mendapatkan benefit yang membuat kita terhenyak... kita hanya bisa bilang:"dia brillian... sudah rezekinya...". Mungkin ada diantara kita pernah diminta bantuan oleh seseorang dan kita menolaknya karena merasa itu bukan tugas kita dan ketika seseorang yang tidak terbiasa mau membantu melakukan hal tersebut tau-tau mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka dari yang dia lakukan. Pernahkah kita menolak rezeki yang kita anggap kecil dan memberikan kepada orang lain tapi ketika dilakukan orang tersebut kita menjadi iri karena yang kecil itu menjadi besar... dan kita hanya bisa bilang:"Diakan orangnya sungguh-sungguh...",

Pernahkah kita-pernahkah kita pada hal yang lain yang tidak kita respon dengan positif dan ternyata memberikan benefit kepada orang lain... Pernah khan...?

Monday, March 5, 2007

"Lihat... disekelilingmu penuh dengan peluang... temukan peluang yang sesuai dengan keinginanmu...".

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan email dari prime consulting tech, salah satu organizernya acara Pak Tung Desem Waringin, dalam email itu memberikan Pencerahan tentang peluang, selama ini kita sering mengatakan, "Susah mencari peluang", ternyata kata-kata itu salah besar, sebenarnya peluang itu ada dimana-mana, bahkan sangat-sangat dekat dengan kita, tinggal concern kita kemana. Benarkah? Masa sih? jangan pesimis dulu...

Beberapa bisnis/usaha akan tergambar dibenak kita ketika melihat sesuatu hanya dengan merenung sesaat, sekarang saya akan mencoba dan mungkin Anda ingin mengikutinya... Saya sedang melihat komputer, beberapa bisnis sedang terlihat jelas di depan saya, secara pelan saya melihat Handphone, melihat kertas bekas, melihat gelas, melihat kalender, melihat jaket, melihat sepatu, melihat kuku, melihat tangan, melihat teman kantor, melihat rambut, melihat telinga, melihat mulut apalagi... semua ada peluang disana, setidaknya sudah ada orang yang melakukan usaha di "sesuatu" yang kita lihat itu. coba edarkan mata Anda kesekeliling, dan renungkan sesaat, adakah peluang disana?

Sudah percaya khan???

Thursday, March 1, 2007

Belenggu, terkurung dan terkukung...

Salah satu faktor yang menyebabkan keraguan seseorang untuk melangkah atau bertindak dalam hal apapun yaitu "khawatir dengan apa kata orang nanti, khawatir dengan ketidaksetujuan orang lain", padahal dia belum bertindak. Seperti ketika seseorang yang sedang mencari pasangan hidup, Sebutlah Ruly, sebenarnya Ruly naksir berat dengan anak tetangganya yang manis, berjilbab, sopan tapi ragu-ragu untuk menyatakannya, keraguannya timbul antara lain karena khawatir orang lain nanti berpendapat "ga gaul loe, masa anak tetangga... dekat amat sih", atau takut nanti ada yang bilang "Masa sama dia, cari donk yang agak gaul dikit, anak kampung mau loe lamar" (contohnya pas ga sih...). Karena terus khawatir akhirnya si dara yang manis terlanjur dilamar orang, tinggal gigit jarilah Ruly.

Hal ini juga berlaku ketika seseorang akan memutuskan untuk mengambil tindakan atau tidak ketika ada kesempatan/peluang usaha datang kepadanya, takut nanti ada yang bilang "lihat tuh si Budi, masa nyari usaha yang recehan, ngga level..." atau "Level loe udah sekelas supervisor masa jualan kue, jualan yang lain ke' biar keren", Dan ketika kekhawatiran itu terus kita pupuk, insyaAllah kita akan terus terbelenggu, terkurung dan terkukung dengan keadaan kita sekarang.

Setiap orang diciptakan begitu istemewa, begitu juga Anda... Anda berhak untuk mendapatkan sesuatu dengan cara Anda, sebenarnya kekhawatiran itu tidak perlu dipupuk dalam pikiran kita karena orang lain sebenarnya tidak akan berpikir seperti itu, kalaupun benar-benar ada yang mengatakan seperti itu katakan dalam hati "Biarkan orang mo bilang apa, ntar juga capek sendiri... gw berhak untuk mendapatkannya, Bismillah... akan kulamar dia...". hebat euy....!!!!!!!!

Beranikah anda melepas belenggu kekhawatiran itu?